Friday, January 20, 2012

[yukzz...] mengelola sudut pandang

 ..Allah hendak menguji sebagian kalian dg sebagian lainnya..(QS. Muhammad: 4)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-Anfal: 45-47)

Ada tiga resep kemenangan di tafsir 3 ayat surat Al anfal tersebut..
>> 
  1. teguh di hadapan musuh
  2. menjalin hubungan dengan Allah dengan banyak berzikir,
  3. taat pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam,
  4. tidak berbantah-bantahan, dan sabar terhadap konsekuensi perjuangan.
  5. berhati-hati dari sikap sombong, riya’ dan perilaku aniaya.

Resep kemenangan tersebut bukan sekadar teori lho frenz fillaah..
Buktinya..Sahabat-sahabat Nabi, orang-orang pertama yang mengamalkan Al-Qur’an berhasil memancangkan panji Islam, dengan pedang dan dakwah, di tiga benua tua planet Bumi ini hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh tahun..Semua itu, tentu saja dengan segala keterbatasan senjata dan fasilitas yang mereka miliki.. Jauh berbeda keadaannya dengan masyarakat dan tentara dari imperium-imperium yang mereka tundukkan..
*mmm..haruznya..dengan fasilitas serba 'wah' yg kita punya skarang ini..kita udah bisa naklukin banyak dunia dunx yaaa.. :D

Ayat-ayat di atas juga mengisyaratkan penyebab kekalahan..Kekalahan terjadi karena rasa gentar dan lenyapnya kekuatan..Penyebab timbulnya rasa gentar dan lenyapnya kekuatan tidak datang dari luar ternyata..Dia penyakit yang justru datang dari dalam..dan Al-Qur’an mendefenisikan penyakit tersebut sebagai: berbantah-bantahan.
*Uniknya..kita cenderung ”ribut” di kalangan sendiri..ckkckck

gw yg bener..pokoknya gua never die..ohoho8


Yupz..perbedaan itu udah fitrah..so otomatis akan muncul bahkan mungkin menjamur di ruang syuro’ kita yang tak seberapa luas itu..
G syuro’ aja dinx..anywhere lah pokoknyaaa..Kebayang dunx klo yang menjamur malah perbedaan yang mengantar berbantah2an…mmm ‘nyesek’..
G heran juga klo akhirnya ada nada suara yang mendadak falez coz naik tiba2.. :D

Pak Mario teguh pernah bilang : kenapa kita bersuara tinggi pada orang yang ada di depan [di dekat] kita saat marah? Karena saat itu..hati kita sedang berjauhan..
*Ihiwww…syuro pun tap pake hati..ohoho8 [tapi tap g ‘main hati yaakk.. :D]
  Ada juga yang menuliskan klo konflik sering terjadi lantaran chesmistry yang tidak mulus antar orang membuat sulit bagi mereka untuk saling klik.
*eyaaaa…bahasa nyaaa… :D

Dan biasanya..juga dipengaruhi faktor-faktor seperti perbedaan latar belakang, pendidikan, dan pengalaman, membentuk masing-masing individu ke dalam suatu kepribadian yang unik. Perbedaan corak kepribadian inilah yang acap menjadi sumber konflik.

karena banyak faktor tersebut..syuro' yang pesertanya orang berpendidikan dan alim skali
pun tetap menghadirkan 'bantahan-bantahan'.. 

"Syuro punya fungsi psikologis dan fungsi instrumental. Fungsi psikologis terlaksana dengan menjamin adanya kemerdekaan dan kebebasan yang penuh bagi setiap peserta syuro untuk mengekspresikan pikiran-pikirannya secara wajar dan apa adanya. Tapi, tentu saja setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan dirinya. Jika ruang ekspresi tidak terwadahi dengan baik, akan terjadi konflik yang kontraproduktif dalam syuro." (optimalisasi syuro-anis matta, Lc)

Truzz..gimana dunx mengelola perbedaan sudut pandang sehingga kita bisa memperoleh win-win solution yang optimal…??

Searching2 n reading2..dapat beberapa langkah dibawah ini dalam upaya mencoba mengeksplorasi teknik untuk mengelola konflik kepentingan secara elegan dan cerdas..
*dowhhhh..bahasa neee… -_-“

googling aja ini mah.. :D


cekidot yakkk... ^_^
>>
.:Mengidentifikasi Conflict Players
dari tadi kita bahas klo ‘ribut’ itu kebanyakn karena factor kepribadian..maka..kita perlu tau tentang teman diskusi kita itu..mulai dari kepribadian, perasaan, dan sumber daya dari masing-masing pihak.,dengan begitu..diharapkan akan muncul beberapa ‘pemakluman’ kita dalam keadaan genting..

Singkatnya..tak kenal..maka tak dapat win-win solution.. :D


.:Mencari Tahu Sumber Konflik Kepentingan
seringkali..kita berbantah-batahan lalu lupa masalah intinya apa..ya kan.. :D
Maka..cobalah mengingat kembali kenapa bisa mulai berbantahan..

Riset menunjukkan bahwa konflik mempunyai beberapa penyebab, dan secara umum dapat dibagi ke dalam tiga kategori: perbedaan komunikasi, perbedaan struktural, dan perbedaan kepribadian.

Perbedaan komunikasi adalah perselisihan yang timbul dari kesulitan semantik, kesalahpahaman bahasa, diskomunikasi atau juga communication-overload. Orang-orang sering berasumsi bahwa kebanyakan konflik disebabkan oleh ketiadaan komunikasi, tetapi seorang penulis mencatat, ada kecenderungan bahwa komunikasi yang berlebihan sering justru akan mengakibatkan konflik.
*nah loh..yang kebiasaan pake bahasa ‘bersayap’..perlu dicermati..mungkin aja kan teman2 g ‘nangkep’ jd mis-comm yg berujung misunderstanding

Sumber yang kedua adalah karena adanya perbedaan struktural. Setiap organisasi perusahaan pasti memiliki struktur, baik secara horisontal ataupun vertikal. Perbedaan struktural ini acapkali menciptakan masalah pengintegrasian dan ujung-ujungnya mengakibatkan terjadinya konflik kepentingan. Orang-orang mungkin tidak saling sepakat dengan sasaran yang ingin diraih, atau juga mereka bersilang pendapat mengenai alokasi sumber daya. 

Misal, Pembina OSIS konflik dengan Bendahara sekolah Karena dana kegiatan siswa g kunjung tiba..padahal kan emank kepsek yang belum ngeluarin perintah.. [kasus sekolaaahhhh… :D]

Ato anak kastrat yang rebut krn anak kadri jarang mw ikut aksi..ato nyalahin kestari yg lambat nyelesaikan proposal hingga agenda tak karuan..dan sebagainya dan sebagainya laaahhh..

Singkatnya..terkadang posisi strategis seseorang juga mempengaruhi sikap dalam menyampaikan pendapat..si Bos merasa pendapatnya lah yang mesti dipertimbangkan..atau yang lebih senior merasa ia lebih faham dan banyak makan asam garam dalam kasus serupa tapi tak sama yang tengah diperbincangkan..

Nah..jelaskan klo konflik-konflik ini bukan karena komunikasi yang lemah atau perbedaan-perbedaan kepribadian. Konflik ini muncul dari struktur organisasi itu sendiri.

Sumber konflik yang ketiga adalah adanya perbedaan kepribadian. [udah dibahas dari tadi jugaaa… :D]


Lalu, resolusi atau tehnik apa yang bisa digunakan untuk mengurangi konflik yang kian memanas? kita bisa menggunakan 5 opsi resolusi konflik yakni: menghindar, mengakomodasi, memaksa, kompromi, dan kerja sama/kolaborasi..


.:5 opsi resolusi konflik
Menghindar (Avoidance)
Seperti kita ketahui sebelumnya, tidak semua semua konflik memerlukan tindakan yang tegas. Kadang-kadang menghindar adalah solusi terbaik. 

Kapan “menghindar” akan menjadi strategi yang tepat? 

“Menghindar” akan sangat tepat ketika konflik kepentingan hanya bersifat sepele, tidak terlalu penting untuk dibahas, atau ketika emosi sedang meluap-luap sehingga masih dibutuhkan waktu untuk colling down. Strategi ini juga bisa dipakai ketika kita merasa potensi kerusakan yang muncul akibat bersikap agresif justru akan melebihi potensi manfaat yang bisa kita peroleh.

Akomodasi
Tujuan taktik akomodasi adalah menjaga agar hubungan yang harmonis tetap terpelihara dengan elok. Caranya adalah mengalah dan mengakomodasi kepentingan sodara. Opsi ini layak dipilih ketika isu yang menjadi sumber perselisihan tidak begitu penting (sepele), atau ketika kita ingin “membangun reputasi positif” ..dan citra ini mungkin akan sangat berharga di waktu-waktu mendatang.

Memaksa (Forcing)
Dalam opsi ini kita berusaha keras untuk memenuhi keinginan dan pendapat kita dan mengabaikan kepentingan teman diskusi. Dalam konteks bekerja di kantor, opsi ini sering muncul dalam situasi dimana sang bos memaksakan kehendaknya untuk menyelesikan perselisihan. Opsi ini dapat dilakukan jika kita menghendaki keputusan secara cepat untuk suatu isu penting dan tindakan yang tidak populer harus dilakukan. Atau juga dapat dilakukan jika komitmen dari pihak lain tidak begitu dibutuhkan untuk menjalankan keputusan.

Kompromi
Kompromi dilakukan ketika masing-masing pihak yang berbeda sudut pandang saling memberikan konsesi. Ini biasa dilakukan dalam misalnya, proses negosiasi atau juga dalam perundingan perjanjian kontrak kerja baru. Kompromi dapat dilakukan ketika masing-masing pihak berada pada level kekuatan yang sama; atau ketika ada keinginan untuk meraih solusi sementara atas sebuah isu yang amat kompleks; atau juga ketika terdapat tenggat waktu yang membutuhkan kesepakatan yang bersifat segera.

Kolaborasi
Akhirnya, inilah opsi yang bisa membawa kita pada win-win solution. Dalam opsi ini semua pihak yang berselisih berdialog secara intens untuk saling memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Proses ini biasanya ditandai dengan proses diskusi yang jujur dan terbuka diantara semua pihak, adanya niat untuk saling mendengarkan kebutuhan pihak lain, dan juga adanya upaya yang sungguh-sungguh untuk membicarakan semua alternatif guna mencapai solusi yang menguntungkan bagi semua pihak. Kapan opsi ini harus dilakukan? Opsi ini layak diambil ketika isu yang menjadi sumber perselisihan terlalu penting untuk dikompromikan, dan juga ketika semua pihak benar-benar menginginkan adanya win-win solution.
*sumber awalnya klik disini

tentu saja masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan tertentu, dan tidak ada satupun yang ideal untuk semua situasi..
jadi..kita juga perlu mempertimbangkan masing-masing opsi untuk mengendalikan konflik yang terjadi..

Imam Malik berkata, ”Aku hanyalah manusia biasa yang bisa benar dan bisa salah. Periksalah pendapat-pendapatku . Bila sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, ambil. Bila tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tinggalkan.” (Al Wajiiz, h. 162)



wallahu'alam..





yg punya banyak kesempatan..boleh baca ini juga..dan ini



smangad slalu.. ^_^/

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment