Sunday, January 1, 2012

[renungan] aku dan 3 senti itu..


Senyum itu…

Dowhhhh…
Kenapa jadi terbayang-bayang di mataaa….
*mendadak dangdut saya.. :D

Teringat satu sosok yang tak banyak berucap..tapi gesit berbuat..
Tak ada yang istimewa sebenarnya..
Tapi di mata ghina ia begitu mempesona..

Tak seperti kebanyakn orang yang ghina temui..
Senyumnya itu…
Subhanallaah…
Benar2 dari hati…
Tak sekedar 3 senti yang basa basi..
Sapaannya pun  ramah bukan sekedar tata karma pemanis tutur kata..

Ia tak kaya..
Tak berpendidikan tinggi pula
Tapi ia begitu bersahaja lagi bijaksana
Tak merugikan sesiapa di dekatnya

Ingat ku ketika kemalangan waktu itu..
Tak ku lihat wajah panjang itu sendu
3 senti itu masih setia menyatu
“Allah berkuasa atas ku…”
Justru aku yang tersedu

Juga ketika hartanya difoya..
Jerih payahnya tak bersisa..
Letihnya tak diharga
Biaya sekolah sang cucu ditanya-tanya..
Masih dengan senyumnya ia berkata :
Mereka masih belum pandai mengolah harta

Ku tau orang sekitar memandang sebelah mata..
Atau mungkin tak anggap ia ada..
Tapi ketika yang lain susah..
Maka dia lah orang pertama yang dijumpa
lengkap dengan 3 senti nya..

Teringat raya lalu..
Ada gamis merah untuk ku..
Ku tolak halus pemberian itu..
Malah bertambah jilbab merah jambu..

Sosoknya ingat kan ku pada Rasul ku..
juga Rasul mu..
Dia menyuapi si buta yang menganggapnya gila..
Juga pengunjung pertama yang mengunjungi si peludah..
Sungguh pribadi langka di dunia yang makin menggila

Pernah ku lihat sujud panjangnya..
Tersedu tertahan dalam penghambaannya..
penuh khusyuk totalitas seorang hamba..
luluh..
Allaahu..
Apakah kami pun harus bisu agar tak mengumpat takdirmu??




 ***


Its amazing how you can speak right to my heart..
Without saying a word, u can light up d’dark…
-Ronan Keating-

senyum tanda mesra..
senyum tanda sayang..
senyum sedekah paling mudah..
senyum tanda keimanan..
-Raihan-
*Kangen nenek [bi] su…moga beliau baik2 saja saat ini…aamiin
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment