Friday, November 25, 2011

Teruntuk murobbiy ku..




Assalamu’alaikum murobbiy terkasih..
Moga Allah senantiasa menjaga iman kita hari ini dan nanti..

Duhai murobbiy..
maaf ku atas semua tingkah dan pola
Afwan jika sring alfa
Ada banyak tugas kuliah
Maaf juga kadang terlupa krn banyaknya agenda di luar sana
Belum lagi ma’isyah tuk aisyah dan amanah keluarga

Duhai murobbiy tercinta..
Tak jemu engkau berpetuah
Tak lelah engkau menegur khilaf dan salah..
Rabithah mu pun tak putus jua..
Tapi masih juga ana menyela..

Wahai engkau sang penyeru..
Entah berapa banyak peluh krn langkah mu..
Berapa banyak waktu terluang tuk sekedar menanya kabar ku..
“ukhtiy..ana menunggu hadir mu..”
Sungguh tak jemu kau nantikan ku
Walau tak kunjung datang jasad ku
hadir pun ku di akhir waktu..

Wahai engkau pewaris risalah para nabi..
Terima kasih atas semua koreksi perbaikan diri..
Tetap ingatkan ku lail nanti..
Bangun kan lagi tika subuh awal pagi ini..
agar tak shubuh mengejar matahari..

Duhai engkau yang penyabar..
Ingatkan ku akan hafalan..
Ingatkan juga puasa senin-kamisan..
Sungguh diri penuh ke-alfa-an

Murobbiy ku yang baik hati..
Ingatkan ku akan izzah diri..
Selamatkan ku akan fitnah dunia fana ini..
Moga kita kan jumpa lagi di jannati..
Tap dalam naungan ridho Ilahi..



dari sang mutarobbiy

bakti guru tuk anak bangsa...



“aku anak Indonesia..
mata ku kugunakan untuk belajar..bukan untuk mencontek..
otak ku ku isi dengan pengetahuan yang bermanfaat..
aku ringan tangan, menolong sesame..dan bertanggung jawab…”


 
itu sekilas iklan layanan masyarakat dari kemendiknas yang ghina liat tayang di tivi selasa pagi lalu..
bener2 suatu potret ideal seorang anak bangsa ya…tapi nyatanya..??
itu Pe.er besar buat kita semua..tak hanya guru di sekolah..TAPI KITA SEMUA

di suatu kajian shubuh di tivi swasta..Ust. SolMed pernah manganalogikan kemampuan seseorang dg angkutan..ia menganalogikan nya seperti ini:
manusia lemah >> bajaj
manusia kuat >> container

dianalogikannya..ketika seseorang mampu menjadi pribadi yg seperti container..maka ia akan mampu menampung banyak hal sekaligus semua masalah hidup..
“klo pake bajaj..barang yang bisa kita angkut paling ada dua tiga pikul..itu pun udah oleng sana oleng sini..tapi klo kita pake container..jangan kan barang dua tiga pikul..orang yg mikul pun bisa ikut diangkut…ruang kerjanya juga beda kan..klo bajaj biasa hanay bertahan di jalanan sepi dan lorong2 becek..tapi lihat container..tak ahanya domestic..ia pun mampu mengarungi banyak lautan..”
“klo mw jadi pribadi container itu gimana ustad?” Tanya seorang jama’ah..
“Jadi lah orang yg paling bersabar di tiap ujian..”

Nah..balik ke masalah anak bangsa tadi itu… *ceilaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh…
Masih ingat kita berapa jumlah anak didik yang bunuh diri ato frustasi hanya karena g lulus UN…dowhhhh…
Cuma g lulus UN duank euyyyy…dah buat kiamat dunianyaaa… -_-“

Owhhhh ohoho8 ternyata kita hanya baru nyampe standar bajaj..ato mungkin lebih parah lagi kita Cuma
‘Becak’…mmm
Klo ternyata begitu..wajar klo anak2 kita stress waktu ngadapi ujian..g pe.de ngejawab soal lalu nyontek jadi pelarian..ato remedial jadi alasan..”nyantai aja lah belajarnyaaa..ntar juga ada remid..kadang bisa take home..”
Ckckck -_-“

Seperti di awal..ghina bilang ini pe.er bersama..bukan Cuma gawe guru di sekolah..bukan bermaksud membela guru krn ghina juga guru lho ya ini…tapi cermati lagi banyak kasus di dunia pendidikan saat ini..
Misal: butuh berapa duit biar anak kita bisa masuk SMP favorit di tempat kita??
Itu baru SMP..gimana SMA nya nanti?? Kuliah?? Kerja??
Patut lah klo korupsi jadi lingkaran syetan yang tak habis kan klo gini…
Herannya..orang tua yg ghina pernah temui..malah merasa bangga dg sang anak..padahal udah jelas si anak g punya kompetensi utk hal yg orang tuanya banggakan..jadi terkesan klo ber-sekolah di tempat ‘wah’..prestise keluarga juga ikut ‘wah’…naudzubillaah…
Sementara..ada banyak anak di pedalaman yang punya niat dan semangad belajar kuat namun terkendala masalah dana..mmm Indonesia..
Ingat juga tentang ‘tim sukses’ ketika UN..
Ohoho8 g sepenuhnya kesalahan ada di guru sebenarnya..para orang tua siswa juga punya tuntutan yg luar biasa bikin stress pihak skolah..ketika sang anak gagal di UN..maka guru lah yg disalahkan..padahalkan yang ujian itu ‘siswa’ kan..bukan ‘guru’ kan..




Kewajiban guru mengantarkan sang anak ke gerbang ujian..tak lupa membekalinya dengan persiapan yang lengkap..ketika tiba masa nya..maka sang anak ‘Harus’ bjuang sendiri..sang guru mendoakan
Ternyata oh ternyata..banyak yg takut..sang anak takut gagal lalu g pe.de..guru nya pun takut sang anak gagal lalu tak percaya kemampuan sang anak..orang tua pun takut anak gagal lalu merusak nama keluarga..alhasil..mmm u know lah..

Eheuuuwww..ternyata kita kurang semangad ya..g berani ngadapi tantangan..apa lagi masalah..sementara masalah itu lah yg menjadikan diri berdiri penuh arti..

Lalu..masa iya sich kita mau terusan bertahan di bajaj…bertahan di ruang nyaman dengan fasilitas yg terkadang tidak untuk kita diperuntukan..




now on...hayyyooowww para bapak ibu guru..tak cukup ternyata menurunkan ilmu..mariii...tularkan semangad kita tu para Anak bangsa tercinta...
*ohoho8

not just about teaching..but more to educate..



smangad slalu... ^_^/ 

Monday, November 21, 2011

jika anak .. maka ...

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian.

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai.

Jika anak dibesarkan dengan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran.
 
 
 
 
 
coPas edit dari grup (*•.ƸӜƷ_Rumahku - Surgaku_ƸӜƷ.•*)
 

[resensi buku] untuk muslimah yang tak pernah lelah berdakwah

Bismilaah…

Kali ini mw berbagi isi buku “untuk Muslimah yang tak pernah lelah berdakwah”..bukunya ummi Rochma dibantu tulis ust. Umar hidayat, sang suami..

heuwwww..kapan yaa bisa nulis buku bareng hubby…tuinx tuinx
*ngarep.com

Buku ini lumayan tipis kog utuk buku referensi sekaligus motivasi..hanya memuat 148 hal saja..
Ghina sebut referensi..krn dibuku ini memulai pembahasannya dengan mengajak pembacanya merenungkan kembali perlu tidaknya seorang muslimah berdakwah..lalu dilanjutkan dengan tips2 dakwah produktif di Bagian ketiga..kerja cerdas muslimah dakwah..indikator suksesnya dakwah..





Lalu kita diberi motivasi dengan beberapa kisah sejati para muslimah dakwah..ada yang dipaparkan dalam bagian tersendiri..ada juga yang disisipkan di tiap pembahasan..

“sungguh dakwah ini adalah pekerjaan besar dengan modal yang besar pula. (hal. 69)
Maka dari itu..dibuku ini dipaparkan klo seorang muslimah itu mesti n kudu ‘tawazun’…

Kenapa hayyyoooow….??

Singkatnya..krn seorang muslimah itu punya list kewajiban jauh lebih banyak ketimbang muslim..ohohoho8
Hebat ya kitaaa….
*ghina termasuk ‘kita’ g ya..???
semogaaa…ehhe8  aamiiin…^_^21

untuk bagian ini..dikisahkan tentang bagaimana hebatnya seorang ibu yang mampu ‘bertawazun’ dalam semua geraknya..adalah bu Atmi..ibu dari 4 orang anak..dan juga istri dari seorang pegawai swasta..bu Atmi ini memiliki Taman Batita..pengisi lebih dari lima majlis taklim ibu2..murobbiyah..juga aktif di kegiatan keakhowatan..
*tuh..malu dunk… absen ngaji hanya karena kesibukan ngejar dunia…g ikut kajian krn disibukan kuliah..g datang taklim krn anak2 rewel g bisa diajak kompromi..


Wah wahhh..belum ber’tawazun ya ni..mmm

Jangan khawatir..di buku ini juga diberi bonus aplikasi manajemen tawazun muslimah dakwah..
Kata ummi..tawazun tidaknya kita bisa dilihat dari tiga aspek : aspek thabi’I (alamiah), aspek syar’I dan aspek da’awi.

*aspek thabi’i..untuk mengarahkan muslimah pada fitrahnya..
>>Muslimah juga manusia..punya mata punya hati… (ahahah8 nge-rock…)

*aspek syar’i…agar muslimah mampu menjalankan kewajiban2 syar’I dengan optimal..
>>Maka berjuanglah utk suatu yg ‘syar’i’ hingga peluh terakhir..ohoho8

*aspek da’awi..agar muslimah mampu menjalankan dakwah dg lebih produktif..baik secara kuantitatf maupun kualitatif..



Nah..klo ternyata tiga aspek tersebut masih ada yang blm dapet nilai A..maka kita mesti remid..
*sekolah sangad yaakkkk…

Gimana dunk biar bisa dapat A semua??

Nah nah nah..untuk itu..kita harus banyak latian..cobalah utk langsung diterapkan..hingga ia tak sekedar kata tak bertuah..selain itu..ikut juga ‘les tambahan’ untuk materi ‘ruhiyah’, jasadiyah, dah fikriyah..

Ni ghina bagi bocoran soal latian les nya..ehhe8 baik kan saya…ohohoh8
*Sebenarnya sich g ada soal2 nya di buku ini..tapi hepi2 kita ja lah ya..eheh8

Cara ngisi nya juga gampang kog frenz fillah..cukup jawab dengan ‘iya, kadang2, belum’..

Sengaja pake ‘belum’..krn semua kita tentu berharap ada perubahan dalam kebaikan di kemudian hari kan kan kan.. ^_^21


uke..cekidot..
*indicator ruhiyah
  1. Ikhlas dalam berdakwah
  2. Senantiasa memurnikan aqidah dari bid’ah dan khurafat
  3. Qiyamul lail min 3 x setiap pekan
  4. Puasa sunnah min 3 x setiap bulan
  5. Tilawah min 1 juz setiap hari
  6. Membaca al ma’tsurat pagi dan sore setiap hari
  7. Tadabur al Quran min 1 ayat tiap minggu
  8. Sabar dalam menghadapi ujian hidup
  9. Senantiasa bertawakal pada Allah dlm tiap sikon
  10. Senantiasa berdzikir….. (hal. 77)
>>klo dah bagus..insyaallaah slogan HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID itu tak sekedar kata..


*indikator fikriyah
  1. Menguasai mawad (tema2 dakwah)
  2. Memahami tafsir dan ulumul quran sesuai madah (tema) dakwah
  3. Memahami hadist dan ulumul hadist sesuai pembinaan diri
  4. Mampu berbahsa arab dan inggris
  5. Memiliki wawasan tentang gerakan2 destruktif
  6. Memiliki wawasan global…(hal. 82)
>>mmm..klo banyak tau ttg gerakan2 lain..sepertinya..insyaallah kita g saling menghujat gerakan dakwah lain ya..


*Indikator jasadiyah
  1. Menjaga penampilan fisik dan pakaian
  2. Berolah raga menimal 20-30 menit tiap hari
  3. General check up min 1 x setahun
  4. Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan
  5. Mengikuti pola hidup sehat dalam makanan… (hal. 88)
>>mengurangi MSG..g makan mie instan..ehhe8 ghina sangad nya iniiii.... -_-"



Gimana gimana gimana?? Mumtaz ato remid…??
Hhhhaaaaaaaaaaa…ghina mah masih banyak sangad yg mesti di-remid.. >,< hufhhh

Itu aja dech resensi nya..masih banyak lagi paparan singkat bernas di buku terbitan Uswah ini…dapatkan di toko buku terdekat ato pinjem dg sahabat..ohohoh8







smangad slalu.. ^_^/