Wednesday, October 19, 2011

cerita lain tentang ukhuwah… (resensi cerita "harga tak ternilai itu disebut ukhuwah…" (satu cerita dari buku Tarbiyah Madal hayah))



Baru saja selesai baca buku Madal hayah: chicken soup for tarbiya karyanya Asri Widiarti…
Bener kata teman yang pernah posting resensi buku ini di fb beberapa waktu lalu..sebuah buku yg menyajikan cerita ringan..tapi sarat makna dan kesan yg mendalam..tepat diberi judul ;chicken soup..hidangan ringan tapi penuh nutrisi..
Ghina terkesan dengan satu cerita di bagian 2 buku ini..”bunda, Allah mendengar doamu, cerita 1 : harga tak ternilai itu disebut ukhuwah…
Di pengantar buku ini dikatakan klo smw cerita yg ada adalah nyata terjadi..maka sangad menharu hati ketika sampai di bagian ini..
Bercerita ttg seorang ibu yg terkena penyakit asam lambung akut..hingga ia tak kuat tuk sekedar bangun dari tempat tidurnya..semua pekerjaan rumah tangga awalnya dihandle oleh sang suami..ghina bilang ‘awalnya’..krn setelah sahabat2 ibu itu tahu ttg keadaan nya..maka para sahabatlah yg mengambil alih kesibukannya..bahkan seorang ibu berkenan ‘mengambil sementara’ anak bungsunya utk ia rawat di rumah slama sang ibu dirawat di rumah sakit..teman lainnya bergantian ‘piket’ di rumah sang ibu..bergiliran menunggunya di rumah sakit..dan seorang teman menghibahkan laptopnya agar sang ibu punya kesibukan disela rehatnya itu..
“Ya Allah Yaa Robbana.tak mungkin ada ukhuwah setulus ini kecuali dalam jamaah dakwah yang tak mengharapkan keuntungan dunia…” (page 74)


***

Lalu…teringat tentang aku dan ukhuwah ku atas sodara2 ku hari ini..
Senin sore minggu ini saja misalnya..baru ku dengar kabar seorang sodari yg baru selesai operasi kanker..ato waktu itu..ketika seorang ukhtiy tertimpa ujian untuk nama baiknya..rasa nya aku orang terakhir yang tau..Allahu Robbiy.. T_T
Belum lagi tentang prasangka ku atas sodaraku..tentang hak kepercayaan yg harusnya ku berikan..tentang hak diam dan tak membenarkan kabar miring ttg mereka sebelum ku temukan fakta benarnya atau sekeadr menghibahkan telinga tuk mendengar pembelaan mu atas fitnah..tentang..
juga tentang alpa ku ketika jatuhmu..tak segera ku ulurkan tangan..malah waktu yg ku ulur2 tuk sekedar mengingatkan mu..

Entah..apa patut aku menyalahkan kesibukan ku atas kelalaian ku thdp keadaan sodara ku..
Ahhh…na├»ve sangad rasanya..di cerita itu pun dipaparkan betapa sibuknya sang ibu dan teman2nya itu..belum lagi kesibukannya akan anak2nya..benar2 tak bisa disbanding dengan kesibukan ku saat ini..tapi ukhuwah mereka sangad manis terasa..tak seperti ukhuwah yg ku beri pada sodaraku..hambar
mmm..ukhuwah itu pernah begitu manis saat SMA..juga saat kuliah..masih teringat ketika seorang sodara sakit..kami menjenguknya..memasak makanan nya..membersihkan kamar kos nya bahkan mencuci pakaian kotornya yg makin menggunung..
masih teringat juga bagaimana tak terpejam mata ketika seorang sahabat harus dirawat di rumah sakit krn kecelakaan..semua mengajukan diri sebagai jaminan perawatan rumah sakit ketika orang tuanya belum datang..padahal waktu itu kami tak berpenghasilan seperti sekarang ini..juga lebih sibuk dari skarang ini krn sebentar lagi UAN..tapi ukhuwah itu begitu manis terasa..
atau tentang paniknya aku dan beberapa sodara lainnya ketika seorang sodara terpeleset dari jalannya..

lantas..apa yang salah dg diri kini??
ketika punya apa2 yg dulu tidak ketika ukhuwah itu manis rasanya..seakan ia mengurangi jatah gula utk rasa manisnya ukhuwah..ni’mat yang akhir justru menghilangkan ni’mat yg awal…memudarkan peduli..menyamarkan kepekaan hati..
Allaahu Robbiy.. T_T

maaf kan ku atas cinta ku yg sedikit ini..
berharap kalian masih berkenan menyebutku.. "sodara..."




Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment