Thursday, October 27, 2011

[belajar] disiplin dan adab-adab syura menurut Islam:


Bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan apapun. (Ali Imran 159)
Urusan mereka (orang Islam)  dimusyawarahkan sesama mereka. (Asy Syura 38)
Rasulullah SAW pun bersabda:
Hajat tercapai bagi mereka yang membuat 'istikharah', dan tidak ada penyesalan bagi mereka yang bermusyawarah, dan tidak susah mereka yang berhemat dengan cermat. (Riwayat At Tabrani)
Berdasarkan ayat-ayat ALLAH dan sabda Rasulullah yang tertulis di atas, Islam menggalakkan umatnya mengadakan syura (musyawarah). Karena berdasarkan pengalaman kita..syura memang besar faedahnya kepada hidup kita dan masyarakat. Sebab itu ALLAH sendiri yang memerintahkan supaya syura dipraktekkan..

banyak hal yg klo di-syura'-kan baru dapat menghasilkan keputusan yang sebaik-baiknya, dibandingkan dengan keputusan-keputusan yang dibuat secara pribadi.

Syura' itu sendiri menurut bahasa ialah berunding atau bertukar fikiran. Dan dari segi istilah syariat Islam, arti syura atau musyawarah ialah bertukar fikiran atau berbincang antara dua orang atau lebih dalam menghadapi hal-hal yang dibenarkan oleh syariat sesuai dengan  adab-adab, cara cara yang syar’i untuk memperoleh hasil yang baik dan benar yang akan menjadi tindakan bersama,  seseorang atau satu kelompok.

Dalam syura..tiap anggota diminta mengeluarkan fikiran, kemudian dipertimbangkan bersama. Mana pendapat yang benar atau kuat dan tepat alasannya atau lebih munasabah (memungkinkan) dan lebih mendekati kebenaran, maka itulah keputusan syura yang wajib diterima bersama untuk menjadi tindakan bersama, tindakan seseorang atau tindakan suatu kelompok.

Dalam syura, perbincangan mesti dua arah atau lebih. Tidak dikatakan syura kalau satu pihak saja yang berbicara dan memberi pendapat. Syura secara Islam mesti dilakukan dengan bertata-tertib, beradab, berperaturan dan cara-cara yang ditetapkan oleh Islam. 

Berikut ini ialah tata tertib atau disiplin dan adab-adab syura menurut Islam..yang artinya..ketika satu syura tidak mencermikan ciri tersebut..maka syura tersebut idak dianggap syura Islam walaupun diberi nama syura Islam. Nama tidak lah penting, yang penting ialah ciri-cirinya.

cekidot

tata tertib atau disiplin dan adab-adab syura menurut Islam:
  1. Tujuan dan niat anggota syura ialah mencari dan menegakkan kebenaran karena ALLAH. Masing-masing mesti mengawal diri dari maksud riya', bermegahan, ujub atau untuk hobi semata-mata. Sebaiknya masing-masing mempunyai rasa takut pada ALLAH, kalau-kalau terjadi perbincangan yang tidak tepat dan tidak selaras dengan kehendak ALLAH dan Rasul. Untuk mengelak dari riya', ujub dan bermegahan, caranya ialah masing masing mengharapkan kebenaran itu datangnya dari orang lain, bukan dari dirinya. Dan dia akan merendahkan diri untuk menerima dan mendukung kebenaran yang sudah ditemui itu.
  2. Sekiranya kebenaran itu keluar dari mulut kita sendiri, segeralah banyak bersyukur pada ALLAH, karena memperlihatkan kebenaran itu kepada kita. Bukankah kita dhaif untuk menemukannya kalau bukan dengan petunjuk dari ALLAH? Dengan ilmu dan keyakinan yang demikian, Islam menyelamatkan majelis syura dari timbulnya rasa sombong, bermegahan, menunjuk kepandaian, merasa diri lebih tinggi, mujadalah (debat tidak menentu), keras kepala, hina-menghina, jatuh-menjatuhkan dan akhlak lain yang keji.
  3. Di waktu seorang anggota syura berbicara, anggota- anggota yang lain mesti menghormati pandangannya dan sama-sama mendengarnya. Biarkan dia menghabiskan bicaranya walaupun  kita tidak setuju pendapatnya. Memotong bicara kawan atau minta dia berhenti sebelum habis berbicara adalah tidak beradab dalam syura. Sikap itu sangat dibenci.
  4. Bila seorang anggota syura selesai memberi pandangannya, ucapkan terima kasih. Kalau didapatkan ucapannya benar, beri tahniah dengan sepotong doa:
      "Moga-moga ALLAH membalas kamu dengan kebaikan".
  5. Sekiranya pendapat yang diberi salah, jangan sekali-kali menghinanya. Betulkan dengan mesra dan kasih sayang menggunakan hujah-hujah yang bernas.
  6. Sekiranya kita sendiri yang melakukan kesalahan atau mengeluarkan pendapat yang salah, minta ampunlah kepada Tuhan dan merendah dirilah untuk menerima hakikat kesalahan itu.
  7. Misalnya terjadi perbedaan pendapat yang serius hingga sukar untuk menyatukan pandangan, maka demi perpaduan, pandangan ketua atau pemimpinlah yang mesti diterima.
  8. Dalam syura Islam jangan sekalipun terjadi mujadalah, berburuk sangka, sakit hati, caci maki, berkelahi, lempar kursi, pukul meja, tunjuk pistol, geram, dendam dan sebagainya. Anggota-anggota syura akan sanggup untuk mengalah, bersabar untuk mencari nas (dalil) atau bersikap tawakuf (menerima tidak, menolak pun tidak). Bahkan demi menjaga ukhuwah karena ALLAH, di akhir majelis, masing-masing akan saling bermaaf-maafan dan berbaik sangka serta bersabar untuk menanti bantuan ALLAH dalam masalah apapun yang timbul. Di penutupnya, sama-sama membaca surah Wal ‘Ashr dan doa kifarah, yakni meminta ampun kepada ALLAH. InsyaALLAH dengan cara itu, umat Islam akan senantiasa membuat keputusan yang tepat, bersih dan diberkati ALLAH.
 (copy-edit dari http://kawansejati.ee.itb.ac.id/book/export/html/17323)


sekedar tambahan hasil diskusi dengan beberapa teman..
  1. peserta syura sebaiknya terdiri dari minimal 1 ikhwan dan 2 akhawat untuk menghindari fitnah
  2. pelaksanaan syura di mulai secepatnya pukul 07.30 WIB (biar dhuha nya g keteteran klo ternyata ada kuliah.. :D )dan berakhir paling lambat pukul 17.30 WIB (jadi..yg ikhwan bisa siap2 magrib-an di masjid..g masbuk..dan seharusnya juga kan 'anak gadis' udah di rumah sebelum magrib... ^_^ )
  3. tidak ada 'forum dalam forum'..apa lagi sampe menyebutkan satu nama peserta syura untuk diajak berdiskusi khusus, misal : afwan ukhtiy 'pwxyz', masukan anti apa bla bla bla...
  4. bukan kah akan lebih ahsan jika redaksi pertanyaan sedikit di-edit, misal : afwan, dari akhawatnya ada masukan saran lain??
  5. mengurangi canda tawa yg berlebihan ketika syura berlangsung
  6. setelah syura menghasilkan satu keputusan, maka sudah seharusnya tidak ada lagi syura lain yang membahas hasil syura sebelumnya. ingat juga klo hasil syura itu mengikat peserta syura dan anggota lainnya.

wallahu'alam..
sekedar berbagi..silahkan baca lagi refernsi tentang syura..misal : menikmati demokrasi-nya ust. anis matta..


smangad slalu..^_^/



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment