Saturday, September 17, 2011

agar tak tersisih..walau letih tertatih meniti..


“klo ada alat kek microscope..dan kita pake buat melihat seberapa besar iman kita sesungguhnya di hati-hati kita..mmm” sang ustadzah berhenti sejenak. Lalu hening.
“SEBERAPA BESAR KEIMANAN KITA SESUNGGUHNYA??” kali ini nada suara nya sedikit naik dari biasa.

Glekz.
Swiiiiinggggg…
Peserta tahsin hari itu yg biasanya berkicau tak henti mendadag sakit gigi..ckckckck
*saye pun..hufhhh

Tak bisa membantah perkataan yg meluncur makin deras dari lisan bijak sang ustadzah petang itu.
“nt yakin masuk syurga dg jilbab panjang nt hari ini? Dengan padatnya agenda..dengan sibuknya nt sampai tak memiliki waktu tuk menghabiskan setidaknya 1 juz … apa lagi menghafal ayat-ayat-NYA...??”
Duwhhh Robb..makin g kuat dengarnya.
“pakaian nt..tak kan membuat wajah nt bersinar tuk bisa menghadapNYA, ukhtiy fillah..banyaknya agenda tak kan bisa menolong nt ketika melewati shirat NYA..”
Mulai dahhh..hiks hiks

“tapi bacaan Quran nt bisa.”

Hening lagi diselingi sesegukan.
“bacaan dan hafalan Quran nt lah yg membuat wajah berseri hingga layak tuk menampakan diri di hadap NYA..hafalan nt lah yg meringankan meniti jalan walau hafalan kita tertatih..”

Benar.

“klo muslim itu ibarat pohoh..maka ia harus berbuah dan selanjutnya menyemai benih lagi..kalo ia lebah..maka tak cukup terhenti sebagai lebah pekerja,,jadilah sang ratu yang  diikuti ke mana pergi..”

mmm…

“tak cukup penampilan tapi tanpa isi..bacaan Quran tertatih..”
“tak cukup agenda dakwah sana sini tapi ruhiyah tak terisi..lalu madu seperti apa yg nt tawarkan ke mereka di luar sana, ukhtiy..???”

***

Mungkin benar, sang ustadzah mengekspresikan marahnya krn pertemuan sebelumnya tak bisa terselenggara krn ada agenda tak biasa kala itu..
Mungkin juga tak perlu terlalu didengar lalu mengusik hati hingga membatasi gerak diri di luar..dan menggantikannya dg perbaikan diri tanpa banyak berkoar mengingat  kata-kata tersebut keluar dr seorang ustadzah yang memang tak se-jamaah..
Tapi tetap saja..Semua itu benar.

Lihatlah aku..
tak ku bilang ‘kalian’, kawand..
Moga cukup aku  yang berjuang tanpa keadaan ruhiyah yang tak terjaga..
yang jika tak segera diubah..kan menyebabkan petaka di rumah kita..
maaf juga mengganggu kerja dan menghambat turunnya pertolongan Allaah krn niatan yang entah ke mana arahnya..

teruslah bergerak kawand..
doakan juga aku tetap istiqomah..
doakan ku segera memperbaiki diri dengan terus bertahan di jalan ini..
doakan agar kita semua tak tersisi..walau letih tertatih meniti..




Curup, 28 juni 2011
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment