Thursday, June 30, 2011

cara TERMUDAH menghafal al Quran



Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:

1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.

2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.

3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.

4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali

5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.

6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.

7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.

8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.

9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.

10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.

11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.

JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.

BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman

Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.

Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua

BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.

Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.

APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.

Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:

نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ

“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).

Maksudnya:

-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.

-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.

-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.

-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.

-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.

-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.

-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.

Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:

- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.

- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.

- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.

- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.

- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.

- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.

- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.

Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.

BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.

2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.

3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.

5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.

[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]

http://www.facebook.com/?sk=messages&tid=1432570110270

Tuesday, June 28, 2011

belum ada judul


“klo ada alat kek microscope..dan kita pake buat melihat seberapa besar iman kita sesungguhnya di hati-hati kita..mmm” sang ustadzah berhenti sejenak. Lalu hening.
“berapa besar keimanan kita sesungguhnya??”
Glekz.
Swiiiiinggggg…
Peserta tahsin hari itu yg biasanya berkicau tak henti mendadag sakit gigi..ckckckck
*saye pun..hufhhh

Tak bisa membantah perkataan yg meluncur makin deras dari lisan bijak sang ustadzah petang itu.
“nt yakin masuk syurga dg jilbab panjang nt hari ini? Dengan padatnya agenda..dengan sibuknya nt sampai tak memiliki waktu tuk menghabiskan setidaknya 1 juz … apa lagi menghafal ayat-ayat-NYA...”
Duwhhh Robb..makin g kuat dengarnya.
“pakaian nt..tak kan membuat wajah nt bersinar tuk bisa menghadapNYA, ukhtiy fillah..banyaknya agenda tak kan bisa menolong nt ketika melewati shirat NYA..”
Mulai dahhh..hiks hiks
“tapi bacaan Quran nt bisa.”
Hening lagi diselingi sesegukan.
“bacaan dan hafalan Quran nt lah yg membuat wajah berseri hingga layak tuk menampakan diri di hadap NYA..hafalan nt lah yg meringankan meniti jalan walau hafalan kita tertatih..”
Benar.
“klo muslim itu ibarat pohoh..maka ia harus berbuah dan selanjutnya menyemai benih lagi..kalo ia lebah..maka tak cukup terhenti sebagai lebah pekerja,,jadilah sang ratu yang  diikuti ke mana pergi..”
mmm…
“tak cukup penampilan tapi tanpa isi..bacaan Quran tertatih..”
“tak cukup agenda dakwah sana sini tapi ruhiyah tak terisi..lalu madu seperti apa yg nt tawarkan ke mereka di luar sana, ukhtiy..???”
***
Mungkin benar, sang ustadzah mengekspresikan marahnya krn pertemuan sebelumnya tak bisa terselenggara krn ada agenda tak biasa kala itu..
Mungkin juga tak perlu terlalu didengar lalu mengusik hati hingga membatasi gerak diri di luar..dan menggantikannya dg perbaikan diri tanpa banyak berkoar mengingat  kata-kata tersebut keluar dr seorang ustadzah yang memang tak se-jamaah..
Tapi tetap saja..
Semua itu benar.
Lihatlah aku..dan mereka..
tak ku bilang ‘kalian’, kawand..
Moga cukup aku dan mereka yang berjuang tanpa keadaan ruhiyah yang tak terjaga..
yang jika tak segera diubah..kan menyebabkan petaka di rumah kita..
maaf juga mengganggu kerja dan menghambat turunnya pertolongan Allaah krn niatan yang entah ke mana arahnya..

teruslah bergerak kawand..
doakan juga aku dan mereka tetap istiqomah..
doakan kami agar segera memperbaiki diri dengan terus bertahan di jalan ini..
doakan agar kita semua tak tersisi walau letih

PENGHAMBAAN-star five

Puisi:
Samudera biru..
Bebas
Lepas
Luas
Tak seperti penghambaanku yang masih terbatas
Seribu luka dosa yang makin menganga
Tak kan terobati dengan ramuan pahala yang Cuma sebelanga
Kecuali
Kecuali bila Engkau sudi ya Rabb..
Rabb..
Ampuni diri ini..
Ampuni diri ini sampai sembuh kembali

Dibanyak malam aku berdo'a
Karna diri ini trus merasa
Bagai tanah lumpur yang bernoda
Tiada bersih hanya penuh cela

Dibanyak waktu aku tersadar
Hanya dosa dan dosa terhampar
Meski tetes air mataku mengurai
Tak akan mampu dosa terlerai

Ya Allah hanya Engkau yang bisa
Ampuni hamba tunjukan cahaya
Ya Allah Engkau satu yang mampu
PertolonganMu selamatkan aku

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu

Dibanyak hari aku mencoba
Sebut nama untuk mengingatkan
Agar tak mengulang salah-salah yang sama
Salah yang slalu berakhir penyesalan

Memang Penghambaanku belumlah sempurna
Sgala nilai ibadah masih terpatri duniawi
Segala nilai amalan masih terbetik pujian
Ya Allah tetapkan imanku untuk terus dijalanMu

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu, kembali aku



Yang mw denger langsung..bisa coba download di sini

ato main ke rumah ja..ntar ghina kasi mp3 nya.. :D

Ramadhan is cooming soon...






Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita..ni ghina bagi 6 tips menjalankan puasa sehat:

cekidot yakkk...

>>>
1. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa "Bersabda Rasulullah SAW: 

"Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar". 

Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

nah..yang biasa sahur cuma minum air putih..ato malah g sahur sama sekali..yukz sama-sama ubah kebiasaannya.. (saya jugaa...eheh8)
Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat kita cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.

2. Jangan Tunda Berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

3. Makanlah Secara Bertahap

Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. 
*aksi balas dendam..ciiiiaaaaaattttttt...yayayyaaaaaa nyam  yam haammmmm...

u know frenz fillaah..
Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa kita gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat kita lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Jangan Tinggalkan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. 
*biasa juga g olahraga kan..eweweewww..

ternyata..aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Konsumsi Cukup Air

minum minum minuuuummm...gluk gluk gluk...ahhh segeeeerrrr...
Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar kita minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

6. Kendalikan Emosi

Rasulallah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah me-manage emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai.


yukz latian di rajab dan sya'ban...
smangad slalu.. ^_^/

de javu


Hhhhhhaaaaaaa…

Knp ini??
Untuk kesekian kalinya..
perasaan ini datang lagi..
Sudah sekian kali pula ku usir paksa..
ku maki ia malah..
Tapi knp ia tetap setia wlw tak pernah ku puja hadirnya??

Ayoo laaaahhhhhhhh..
Ku tak suka ini..
Sungguh sangad sangad tak suka..
Jadi menyingkirlah segera..

Ku ingat..
ia datang setelah kecewa itu mampir lebih awal..
Lalu ku usir..ia minggir
Ya.
Hanya minggir..
Lalu menengah kembalii..

Ku maki warna nya..
Pudar ia..
Tapi hanya sekedipan mata saja..
Dan ia Mewarna semula..

Allaah..
Makin jauh kurasa..
Hilang..
Pudar..
tak lagi cemerlang..
suram ku tanpa warna..
hingga kamera ku pun tak kuasa merekam indah



*again..fight my alter-ego, me vs myself.. hufhhh...

Monday, June 27, 2011

tak (harus) selalu sama (kan...)



“wawww…kita dah klop nih…”
Terispirasi dari iklan pasta gigi yg khusus diformula untuk perokok n yg suka tea dan kopi…..

Eh, bener g c klo kecocokan itu berarti sama??
Punya kesukaan yg sama??
G slalu kali ya..
Missal nya aja seorang teman yg dulu sempat punya hubungan khusus dg org yg menurutnya dia..cocok.
“dia suka coklat..aku juga chocolate lover”
Tapi alhasil..kandas juga tu sebelum mpe akhir..layu sudah sebelum mekar..
ixixix kesian..

Jadi sepertinya..g harus d harus memiliki banyak kesamaan..tapi pasti nya ada lah satu dua interest yg menyatukan..misalkan visi misi..
*seriuz sangad ta ini..mmm

klo ternyata mereka yg akan memutuskan menikah hanya melihat dari ada tidaknya kesamaan saja..mmmm…
Misalkan cowoknya suka coklat..trus ceweknya juga…
Pagi sarapan coklat..
Siang…coklat..malam…coklat..besok…coklat lagi…
Huekkkssss mual juga kaleeee tiap hari n tiap saat ngemil coklat duank….
Coba kalo yg satu suka coklat..lainnya suka kacang mete..kan nyammy…
*tap aja coklat neng… >.<
Ato Mpe isi lemari warna coklat semua mua mua muanyaaa,,,
Hadewhhhh…g bewarna sangad sech idup niee…

Ato ceweknya suka shopping..trus cowoknya suka jajan…
Jiaaaahhhhhh…bankrut dah di awal bulan..
Coba klo yg satu doyan makan tapi yg lainnya makan seadanya..mmm…irit kan…
jadi yg ‘ngerem’ pengeluaran..eheheh8

Teringat ketika penataran slama 4 hari 4 malam 2 minggu yg lalu…
Ixixixi
Rekan sesekolah dan juga sekamar di wisma itu..ceritanya beli sandal sepatu baru…dah cerita harga n model…pas mau diliatin ke kita2..
ttttaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Wkwkwkwk
U know know…
Ixixiix kanan semuanya…
Jiahahahah8 alhasil tap saja ‘njepit’…ixiixixi
*peace mbkyu… ^_^v

Sama semua juga g bisa serasi kan ternyata…ahahahaayyy

Lalu..gimana dg teori ‘sekufu’??
Wehhh…beyond my knowledge lah…
*ngelessss…

Eh beneran lagi…g kaffaah ana untuk menjelaskan bab ini..
*:D

Tapi setidaknya..yg ghina fahami ttg sekufu itu..lebih ke ‘saling mengisi’…’full filling’

Pernah tau kan yg filososfi setengah isi setengah kosong itu…
*liat di poto profil ghina dech..

Nah..Katanya…ketika seseorang melajang…ia ibarat gelas yg berisi air setengah gelas..tapi..ketika ia menikah..terisislah setengah gelas yg tadinya kosong…

Ato klo gaya anak muda…
*liat sms anak waktu razia..ixixiix
:kenapa jari2 kamu dibuat renggang?? Karna akan ada jari2 lainnya yg akan ngisi sela2 di jarimu…..yg akan menguatkanmu…blab la bla..
*lebih dan kurang cukup sekian terima kasih…
**amnesia mode: on

Saling mengisi itu rasanya lebih utama dr sekedar kesamaan2 hobby ato interest lainnya…

Aku suka ikan..
Dia suka suka kucing..
Nyambung juga kan itu…tinx tinx
*kucing doyan ikan emank..tunx tunx






**bingung yakkk bacanya..heuww.. -_-'
harusnya ni note diposting ke fb februari lalu..eheh8

Berhentilah, Sejenak Saja...


Waktu memang tak pernah berhenti berjalan, meski manusia di dalamnya tak bergerak sekali pun. Beruntunglah orang-orang yang selalu mengisi kehidupannya dengan berbagai macam kegiatan dan amalan. Semangat dan tekad yang kuat di dalam hati memang mampu membuat manusia bergerak layaknya air yang mengalir, terus bergerak mengikuti arus.

Ketika kita yakin bahwa hidup ini cuma sekali dan dunialah tempat kita menempa amal, mempersiapkan bekal yang terbaik sebelum akhirnya memasuki akhirat yang kekal, maka sepatutnya kita paham bahwa tak ada waktu yang boleh disia-siakan. Begitu banyak yang bisa dan harus kita kerjakan. Bahkan terkadang kita merasa bahwa waktu 24 jam yang diberikan masih kurang jika harus dibagi untuk mengerjakan amanah pekerjaan, kuliah, dakwah, keluarga, dan mengurusi diri sendiri.
Berlomba-lombalah dalam mengerjakan kebaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan. Tapi terkadang ketika kita begitu sibuk mengerjakan amanah, ada hal-hal yang kita abaikan. Saudaraku, cobalah bertanya pada diri sendiri. Jujurlah pada nurani. Sudahkah hak-hak diri kita tunaikan? Apakah ibadah kita tetap terjaga? Atau justru tilawah semakin berkurang dan malam demi malam selalu terlewatkan tanpa sempat sujud meski hanya dua rakaat di sepertiga malam?
Ibarat orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, maka sesekali perlu berhenti untuk beristirahat atau mengisi bahan bakar kendaraan. Seperti itulah layaknya kita. Ketika bergerak, harus ada waktu dimana kita mengisi kekuatan, menenangkan pikiran, baru kemudian bergerak lagi. Rasakanlah betapa kosongnya hati ketika salat kita tak lagi khusyuk (bahkan terburu-buru), tilawah kita tak pernah mencapai target, Dhuha tak sempat dilakukan, dan akhirnya malam hanya meninggalkan lelah yang amat sangat. Apakah itu yang kita rasakan saat ini?
Jika iya, maka berhentilah sejenak. Sejenak saja... tanyalah pada diri, sudah sejauh mana kita tidak lagi tawazun (seimbang) pada diri? Saudaraku, benahilah kembali hak-hak diri dan orang lain yang selama ini mengkin terabaikan. Shalatlah sambil mengingat dosa-dosa yang mungkin sering kita lakukan tanpa kita sadari. Perbanyak doa agar kita selalu diberi kekuatan dan kesabaran. Bacalah Al-quran sambil merenungkan maknanya. Kerjakan amalan sunnah yang selama ini mungkin jarang sekali tersentuh.
Beruntunglah orang yang melakukan tasbih (shalat) ketika manusia sedang tertidur. Ia pendam keinginannya diantara tulang rusuknya (dadanya). Dalam suasana yang diliputi ketenangan yang khusyu. Berdzikir kepada Allah sedang air matanya mengalir. Kelak air matanya itu di kemudian hari akan menjadi pelita. Guna menerangi jalan yang ditempuhnya di hari perhimpunan. Seraya bersujud kepada Allah di penghujung malam. Kembalilah kepada Allah dengan hati yang khusyu. Dan berdoalah kepada-Nya dengan mata yang menangis. Niscaya Dia akan menyambutmu dengan pemaafan yang luas. Dan Dia akan menggantikan semua keburukanmu itu. Dengan kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu tanpa habis-habisnya. Semua pemaafan itu diberikan bagi hamba yang kembali pada-Nya. Sebagai karunia yang berlimpah dari Pencipta alam semesta. Bagi orang-orang yang segera bertaubat kepada-Nya.
Berhenti sejenak bukan berarti lantas mematahkan langkah dan menghambat tujuan. Justru kita harus berhenti sejenak untuk mengisi kekuatan kita dan melihat apa saja yang telah kita lakukan. Karena kita adalah manusia, bukan batu karang yang tetap berdiri meski diterjang ombak. Karena kita adalah manusia, bukan gunung tinggi yang tetap kokoh meski diterpa angin kencang.
Wallahu ‘alam bishowab.


http://dioncecepsupriadi.blogspot.com

terjebak


Ehem ehm..
Mau bagi2 isi inbox hape ghina nieee…
Cekidot cekidot..
Kan jarang2 saya berbagi…ohoho8

dia        : “mbk, saya kecewa..”
ghina   : “knp dd?”
“ternyata g seindah yg saya kira mbk…”
‘lho, emank dd kira gmn?”
“yaa..gitu lah mbk..trnyata ukhuwah tu g berasa..dan skrng saya diabaikan..”
Waduhhh…g nyangka aja kalimat kek gitu keluar dr sodara yg bukan ABG lagi menurut ghina..anak baru ghiroh..
“mmm..dd..afwan ya..klo boleh tau..waktu memutuskan gabung..niatnya dd gmn??”
“g niat mbk..saya ‘terjebak’..”

ghina   : (Glekz!!) “mmm…maksudnya?”
dia        : “yaa..kan dulu itu diajak teman ja mbk..ikutan…”
“yee..knp juga mau…siapa suruh…”
“ishhh mbk ini…kan saya lagi curhat mbk..saya kecewa..”
“ishh dd ini…saya juga kecewa tau..trnyata cinta mu palsu belaka..hiks uhuhuhu8”
Hahahaha8 g dibls lagi sms nya..ixixixi

Esoknya..
dia       : “mbk ghinut…’
ghina  : “uihyy cuy…”
*ixixixi bahasa na…don’t try diz 2humz nyakk :D

‘mbk..saya sudah putuskan mbk…mmm”
“uwihhh..apa tu?? Mau undang2 makan ya nie…cieeee..”
“ish mbk nie…ttg yg smalam itu mbk..”
“ohoho8…so what nie ceritenye??”
“mbk, saya mau pindah jama’ah ja mbk..”
“owhhh…pindah ke mana nie dd?? Kpn mulai pindahan?? Perlu bantuan g nie??”
‘jiaaaahhhhhhhhhh mbk iniiiii… >.< memang mbk g marah mbk??”
“ohoho8 apa wewenang saya coba..”
“ya g ada mbk..”
“nah nah nah…”
‘yaaa…masa mbk g marahin saya sich mbk??”
“ohoho8 mau dimarah ta…yo ngomong dunk…tapi marah mbk lg mode: off nie..gmn dunx dd??”
“>.<”
“^_^21”
“jadi saya hrs gmn ni mbk?”
“lho..tadi bilangnya mw pindahan…”
“ishh mbk ni.. >.<”
“hadewhhh..nt membingungkan ana..kmrn blg kecewa..trus blg mw pindahan..eee skrng malah nanya harus gmn…capekz dech.. -_-”
“hehehe..maunya msh btahan c mbk..tapi dicuekin mulu kek gini..hufhhh’
“yo sing sabar ta nduk..”
“sampai kapan mbk??”
“yaa..selama nt “MAU”…maka sabar itu ada..”
“mau mati mbk??”
“mmm..boleh juga…”
“ishhh mbk ni… >.<”
“yaa…saya kan g bilang ‘mati’ tadi..siapa yaa yg blg ‘mati’ lbh awal tadi tu…mmm”
“hehehe..ya lah mbk ghinut..”
“please stop calling me ghinut.. >.<”
“wkwkwkwk peace mbk…”


 Sorenya..
ghina      : “dd..kpn nie pindahannya??”
dia           : “heheheee..blm mbk..tadi dah coba hub.i teman2..hub.i ustadz juga..tapi blm direpson mbk..”
“mmm…msh “MAU”??
“heheheee..insyaallah mbk..syukron udh mau balas sms g penting.. :D”
“ohoho8 ma’asyukr.. biasa aja lah..skalian buang bonus…
“dasaaaaaarrrr..”
“:D”


*** 
“terjebak”
mmm…sebenarnya c…saya juga ‘terjebak’…ahahahaha8
masih ingat..waktu kelas 1 SMA..awal berkenalan dg teman2 jilbaber..
di SMA kami itu..selama seminggu..kakak2 senior punya waktu untuk memperkenalkan ekskul ke kelas2..
terpesona sich sama nasyid saat awal jumpa…
*halaaahhh..ehem

Tapi blm tergerak ikut gabung di asy syuraa..
*siapa kira akhirnya saya tak berpaling dari asy syuraa ini hingga skrng..heheh8

Iya..saya terjebak..tercelup..tapi saya menikmatinya..
Jebakan yg mengikat..tapi begitu nyaman..
Tercelup..yg buat saya enggan mengeringkan..tapi justru ingin tenggelam lebih dalam..lebih basah..

Cerita nya..
Awalnya saya ikut basket..mading..n teater..
Bukan suatu kebetulan rasanya klo saya bersebelahan duduk dg teman jilbaber..trus di blakang bangku saya..juga jilbaber..
Msh ingat..trjadilah percakapan di sabtu siang..
“ikut ke asy syuraa yukz..’ ajak teman saya itu.
“males ahh..ntar jam 4 latian teater..” tolak ghina
“kan pas tu..dari pada pulang..nunggu jam 4 nya ikutan main di asy syuraa..”
“mmm..boleh..trus jam 4 nya mbk yg temenin saya latian teater..gmn??” tawaran gila g scih itu..ixixix
G jugalah yaa..cukup fair rasanya..
Dan beberapa minggu..kami jalani perjanjian ge.je nya..heheh8

Dan bukan karna kebetulan juga..akhirnya ghina malah mengundurkan diri dari teater..
>>Yupz..hidayah tu anugrah..alhmdllh..
Dan keputusan yg g bagus ktika malah teman yg ngajakin ke asy syuraa yg malah skrng berjilbab seadanya..
>>Yupz..keputusan tuk istiqomah itu pilihan..

So..saya suka saya dijebak..
Saya bersyukur saya tercelup..
Dan saya tak ingin lepas dr jebakan ini..
Dan ingin tenggelam lebih dalam lagi..jauh lebih dalam lagi..


luvly asy syuraa.. ^_^21
--  jebakan yang indah.. ^_^21 --

Dua Sayap Dakwah


Setiap muslim seharusnya dapat berperan ganda dalam kehidupannya. Yaitu sebagai 'Abidullah (Penyembah Allah) dan Khalifatullah (Khalifatullah). Sebagai 'abidullah ia harus ikhlas menjadi penyembah Allah yang loyal, dan sebagai khalifatullah ia harus memakmurkan bumi dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di atasnya. 

Kedua peran tersebut tidak akan berfungsi dengan baik, bila seorang muslim tidak memiliki pribadi (akhlak) yang mulia, ruhiyah (iman) yang tinggi, dan kemampuan akal yang cerdas. Kemuliaan akhlak, kekuatan ruhiyah, dan kecerdasan akal hanya akan terjadi pada diri seorang muslim bila ia mendapatkan tarbiyah (pembinaan).
Pribadi-pribadi mulia, tangguh, cerdas, seperti halnya para sahabat Rasulullah, dapat terbentuk berkat tarbiyah dari Rasulullah yang istimrar (kontinyu). Pribadi-pribadi seperti itu tidak akan terbentuk hanya dalam beberapa jam, beberapa hari, atau beberapa minggu, tetapi sejarah membuktikan Rasulullah membina para sahabatnya sepanjang hidupnya.
Menjadi Juru Da'wah
Sudah seharusnya seorang muslim menyampaikan ilmu yang didapatkanya kepada orang lain. Karena hal ini akan bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia dan dirinya pribadi. Dakwah, menyeru kepada yang baik dan mencegah kepada kemungkaran, tidak seharusnya dipikul oleh kalangan da'i, ustadz, kyai, atau yang sejenisnya. Tetapi seharusnya menjadi tanggung jawab bersama kaum muslimin.
Menyampaikan suatu ilmu (tabligh) sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Bahkan AllahSWT juga telah memerintahkannya kepada kita. Sebagaimana firman-Nya, "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran [3] : 1-4).
Dua Sayap Da'wah
Sebagai salah satu subjek dakwah, kita harus memahami dengan benar kondisi objek dakwah. Berdakwah kepada masyarakat awam berbeda dengan berdakwah kepada orang yang lebih faham. Berdakwah kepada masyarakat yang memiliki ghirah kepada Islam biasa saja juga berbeda dibandingkan dengan berdakwah kepada para aktivitas muslim. Perbedaan objek dakwah ini, harus dijadikan bahan pertimbangan, agar dakwah yang kita sampaikan dapat diterima oleh mereka.
Karena itu, Ustadz Muhammd Ihsan Tanjung, Lc, menjelaskan bahwa secara garis besar aktivitas dakwah dibagi ke dalam dua sayap, yaitu Dakwah 'Ammah (dakwah umum) dan Dakwah Khassah (dawah khusus). Dakwah umum menurut beliau adalah kegiatan dakwah berupa tabligh (ceramah umum) atau majelis ta'lim yang biasa dipahami kebanyakan manusia sebagai pengajian.
Dakwah umum adalah sebuah bentuk dakwah yang merupakan gerbang dakwah Islam, yang dengannya terbuka pulalah gerbang-gerbang dakwah lain termasuk dakwah khusus. Peserta yang hadir bisa banyak bisa sedikit. Tetapi satu hal yang pasti ialah bahwa kehadiran para pesertanya tidak konstan, tidak disiplin dan belum ada aturan main maupun keterikatan yang lebih erat. Karena sifatnya yang masih longgar dan cair, sulit diharapkan akan terjadi sebuah perubahan yang utuh pada diri para pesertanya. Sehingga jangan heran bila kita jumpai seorang muslim rajin menghadiri berbagai kegiatan tabligh dan majelis ta'lim namun perilaku buruknya tidak kunjung ditinggalkannya. Bahkan dalam skala yang lebih luas jangan heran dakwah kian semarak di masyarakat, televisi, radio, dan media-media cetak, namun korupsi, kriminalitas, judi, narkoba dan pornografi tidak kunjung menyurut, malah sebaliknya kian mewabah.
Dakwah ammah adalah dakwah perkenalan, sedangkan dakwah khassah adalah dakwah yang lebih masuk kepada inti penjelasan tentang Islam. Dengan dakwah khusus seseorang bisa lebih mengenal Islam, bukan hanya secara kognitif (akal), tetapi juga sampai ke tingkah laku. Bukan hanya sampai kepada pemahaman tentang Islam, tetapi sampai pada praktek Islam dalam kehidupan sehari-hari sejak urusan bangun tidur sampai urusan mengelola negara.
Dakwah khusus merupakan kegiatan dakwah yang memiliki beberapa kekhususan. Ia seringkali disebut sebagai kegiatan tarbiyah (pembinaan) atau takwin (pembentukan). Disebut tarbiyah sebab ia memiliki sasaran membina muslim menjadi mu'min yang peduli terhadap kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Disebut pembentukan sebab dimaksudkan sebagai usaha-usaha membentuk kader-kader dakwah yang handal dan sadar akan pentingnya beramal jama'i (bekerjasama) dalam sebuah jama'ah dakwah demi tegaknya Kalimat Allah. Semua ini diusahakan perwujudannya melalui sebuah sarana bernama halaqah. Dalam dakwah khusus jumlah peserta terbatas dan dengan demikian efektivitasnya lebih bisa diharapkan.
Pembina (murabbi) dan yang dibina (mutarabbi/mad'u) disyaratkan sama-sama memiliki komitmen. Sebab di dalam kegiatan ini perubahan yang diharapkan mencakup aspek qalbiyun (hati), aqliyun (intelektual), syu'uriyun (perasaan) dan khuluqiyun (akhlak). Singkatnya, tarbiyah dimaksudkan sebagai sebuah laboratorium human resource development (pemberdayaan sumber daya manusia).
Kegiatan dakwah khusus masih belum sesemarak dakwah umum. Tetapi kegiatan dakwah seperti ini, ternyata lebih semarak di kampus-kampus. Diharapkan kaum intelektual kampus sekembalinya ke masyarakat dapat mewarnai dakwah umum dengan dakwah dakwah khusus sehingga menghasilkan perubahan yang mendasar dan menyeluruh di masyarakat secara lebih cepat.

Sunday, June 26, 2011

ketika silindris mata nambah lagiii...hiks

Indahnya dunia dapat kumemandangnya
Syukur tlah kau beri penglihatanku ini

Walaupun terkadang dosa mengundang mata
Trus merasukiku untuk melupakanMu
mengganti kaji ayatMu dengan dosa kesenangan sementara.....
 
Kumemohon kepadaMu jangan ambil penglihatanku
Hitam kelam hanya gelap yang akan bertandang
Untuk yang kesekian kali berikan kessempatan lagi
Masih ingin aku melihat kebesaranMu
Allah jangan ambil penglihatanku
 
puisi:
ketika mata yang memandang dunia..mulai memudar..buram menuju hitam..
siapkah kita menerima semua..
karena gelap keabadian akan menyapa
apakah kita akan lakukan yang terbaik..karena sebentar lagi..cahaya tak lagi bicara
hanya kenangan di kepala tentang merah,biru ,kuning yang tersisa dan akhirnya semua terlupa 
 





*ketika silindris mata nambah lagiii..hiks





Munsyid : Tazakka
http://liriknasyid.com

etika bercanda Muslim



boleh becanda..asaaaLLL...

.:1 -- tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, yang ahli baca al-Qur`an yang artimya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: “Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”.

Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At-Taubah: 65-66).

.:2 -- candaan itu adalah benar tidak mengan-dung dusta. Dan hendaknya pecandaan tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

.:3 -- candaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya”. (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).

.:4 -- Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu. Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.

(Dikutip dari Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)

tak sekedar 'agent' tapi 'actor of change'



Menjadi perintis..pelopor atau istilah kerennya ‘Agent of change' (=Agen Perubah) dalam masyarakat memang dituntut memiliki banyak hal..
tapi..jauh lebih penting lagi untuk tetap bertahan menjadi 'actor of change'..yang tak sekedar pelopor..tapi juga terus melakukan perubahan2 dalam perbaikan..karna memank..kegagalan atau keberhasilan itu..bukanlah isyarat selesainya sebuah perjuangan, kawand..

dari banyak buku motivasi yang ghina sempat baca..maka secara umum..seorang pejuang perlu beberapa bekal


cekidot..


*Selalu berpikir positif dan pe.de (percaya diri)
Selalu berpikir positif kepada Allah, diri sendiri dan orang lain. Yakinlah bahwa Allah memberi kita semua nikmat dan kemudahan sekaligus kesulitan adalah dalam kerangka sejauhmana kita telah pandai mensyukuri nikmat-Nya dengan memanfaatkannya, tidak saja untuk diri sendiri tapi juga untuk masyarakat luas.

Allah menciptakan kita dengan kepribadian, kualitas bakat dan intelektual adalah dengan maksud. Semua itu modal dasar bagi kita untuk berbuat. Termasuk cara pandang kita terhadap orang lain. Pandanglah orang lain dari sisi positifnya dan menerima sisi negatif sebagai pelajaran bagi kita. Dengan selalu ber-‘positif thinking’ seperti ini Insya Allah 'Pede' (percaya diri) akan timbul. Ibu A yang anaknya 5 saja masih bisa aktif di lembaga dakwah, koq kita yang baru punya 1 anak repotnya ngalah-ngalahin ibu A. Malu, ah..


*Berkepribadian pantang menyerah
Sebagai pelopor dan penggerak, pasti akan menghadapi tantangan, baik dari kalangan keluarga, tetangga, tokoh masyarakat, dan lain-lainnya. Dengan berbagai hambatan tadi kita dituntut selalu bersemangat, tidak loyo, tidak mudah patah semangat. Semakin mantap kita bersikap saat kesulitan menerpa kita menunjukkan sikap hidup yang matang. Keyakinan akan janji dan jaminan Allah akan datangnya kemudahan setelah kesulitan mampu melahirkan kepribadian pantang menyerah (lihat QS. An Nasyrah : 5-6).


*Memulai dari diri sendiri
Menyeru kepada orang akan lebih didengar dan diikuti apabila kitanya telah mengamalkan-nya. Selain masyarakat lebih tergerak karena tauladan kita, Allah pun memerintahkan demikian (lihat QS. Ash Shaff : 4).


*Memelihara motivasi awal
Segala kesibukan kita menjadi muslimah berguna dan berkarya di masyarakat hendaknya dilandasi dengan niat yang lurus dan bersih. Semata-mata untuk mencari ridho Allah. Bukan untuk mencari penghargaan, sanjungan atau apa saja yang sifatnya duniawi. Akan lebih indah dan bermakna bila niatnya untuk ibadah sehingga kelelahan, kepenatan karena aktifitas itu tidak melahirkan kejenuhan yang berarti yang bahkan bisa-bisa membuat kita menarik diri dari medan dakwah tadi. 

Dengan motivasi/niat yang teguh segala tantangan apa pun bentuk dan rupanya tidak menyurutkan langkah bahkan semakin memberikan energi bagi ‘si penggerak’. 




>>maka..bukan masa mengeluh: aku bekerja sendiri!
tapi tanyakan : apa lagi yg bisa kukerjakan di dunia ini!

tentang mahram wanita muslimah

Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan muhrim, demikian para penanya menyebutnya, padahal yang mereka maksud adalah mahram.

Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah muhrimun, mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Sedangkan mahram bahasa Arabnya adalah mahramun, mimnya di-fathah.

Mahram ini berasal dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar (perjalanan) bersamanya, boleh berboncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.

Mahram sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, yakni mahram karena nasab (keturunan), mahram karena penyusuan, dan mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan).

Kelompok pertama, yakni mahram karena keturunan, ada tujuh golongan:
  1. Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
  2. Anak perempuan (putri), cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
  3. Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu.
  4. Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
  5. Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
  6. Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
  7. Putri saudara laki-laki sekandung, seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.

Mereka inilah yang dimaksudkan Allah subhanahu wa ta’ala:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ‏‎ ‎أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ‏‎ ‎وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ‏‎ ‎وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ‏‎ ‎وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…” (An-Nisa: 23)


Kelompok kedua, juga berjumlah tujuh golongan, sama dengan mahram yang telah disebutkan pada nasab, hanya saja di sini sebabnya adalah penyusuan.

Dua di antaranya telah disebutkan Allah subhanahu wa ta’ala:

وَأُمَّهَاتُكُمُ الاَّتِي‎ ‎أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم‎ ‎مِّنَ الرَّضَاعَةِ

“Dan (diharamkan atas kalian) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian dari penyusuan.” (An-Nisa: 23)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan miliknya melainkan milik suami yang telah menggaulinya sehingga memproduksi air susu. Ini menunjukkan secara tanbih bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut. Kemudian penyebutan saudara susuan secara mutlak, berarti termasuk anak kandung dari ibu susu, anak kandung dari ayah susu, serta dua anak yang disusui oleh wanita yang sama. Maka ayat ini dan hadits yang marfu’:

يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا‎ ‎يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

“Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena punyusuan.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Abbas)

Keduanya menunjukkan tersebarnya hubungan mahram dari pihak ibu dan ayah susu sebagaimana tersebarnya pada kerabat (nasab). Maka ibu dari ibu dan bapak (orang tua) susu misalnya, adalah mahram sebagai nenek karena susuan dan seterusnya ke atas sebagaimana pada nasab. Anak dari orang tua susu adalah mahram sebagai saudara karena susuan, kemudian cucu dari orang tua susu adalah mahram sebagai anak saudara (keponakan) karena susuan, dan seterusnya ke bawah.

Saudara dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi karena susuan, saudara ayah/ibu dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi orang tua susu dan seterusnya ke atas.

Adapun dari pihak anak yang menyusu, maka hubungan mahram itu terbatas pada jalur anak keturunannya saja. Maka seluruh anak keturunan dia, berupa anak, cucu dan seterusnya ke bawah adalah mahram bagi ayah dan ibu susunya.

Hanya saja, berdasar pendapat yang paling kuat (rajih), yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikhuna (Muqbil) rahimahumullahu, bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah yang berlangsung pada masa kecil sebelum melewati usia 2 tahun, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ‏‎ ‎أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ‏‎ ‎كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ‏‎ ‎يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama 2 tahun penuh bagi siapa yang hendak menyempurnakan penyusuannya.” (Al-Baqarah: 233)

Dan Hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha muttafaqun ‘alaihi bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah penyusuan yang berlangsung karena rasa lapar dan hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa (no. hadits 2150) bahwa tidak mengharamkan suatu penyusuan kecuali yang membelah (mengisi) usus dan berlangsung sebelum penyapihan.

Dan yang diperhitungkan adalah minimal 5 kali penyusuan. Setiap penyusuan bentuknya adalah: bayi menyusu sampai kenyang (puas) lalu berhenti dan tidak mau lagi untuk disusukan meskipun diselingi dengan tarikan nafas bayi atau dia mencopot puting susu sesaat lalu dihisap kembali.

Adapun kelompok ketiga, jumlahnya 4 golongan, sebagai berikut:
  1. Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas berdasarkan surat An-Nisa ayat 23.
  2. Istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa: 23.
  3. Ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas berdasarkan An-Nisa: 23.
  4. Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah), cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib, dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa: 23.
Nomor 1, 2 dan 3 hanya menjadi mahram dengan akad yang sah meskipun belum melakukan jima’ (hubungan suami istri). Adapun yang keempat maka dipersyaratkan bersama dengan akad yang sah dan harus terjadi jima’, dan tidak dipersyaratkan rabibah itu harus dalam asuhannya menurut pendapat yang paling rajih yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu.

Dan mereka tetap sebagai mahram meskipun terjadi perceraian atau ditinggal mati, maka istri bapak misalnya tetap sebagai mahram meskipun dicerai atau ditinggal mati. Dan Rabibah tetap merupakan mahram meskipun ibunya telah meninggal atau diceraikan, dan seterusnya.

Selain yang disebutkan di atas, maka bukan mahram. Jadi boleh seseorang misalnya menikahi rabibah bapaknya atau menikahi saudara perempuan dari istri bapaknya dan seterusnya.

Begitu pula saudara perempuan istri (ipar) atau bibi istri, baik karena nasab maupun karena penyusuan maka bukan mahram, tidak boleh safar berdua dengannya, berboncengan sepeda motor dengannya, tidak boleh melihat wajahnya, berjabat tangan, dan seterusnya dari hukum-hukum mahram tidak berlaku padanya.

Akan tetapi tidak boleh menikahinya selama saudaranya atau keponakannya itu masih sebagai istri hingga dicerai atau meninggal. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَأَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ‏‎ ‎اْلأُخْتَيْنِ

“Dan (haram atasmu) mengumpulkan dua wanita bersaudara sebagai istri (secara bersama-sama).” (An-Nisa: 23)

Dan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu muttafaqun ‘alihi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengumpulkan seorang wanita dengan bibinya sebagai istri secara bersama-sama. Wallahu a’lam bish-shawab. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa’di, Syarhul Mumti’, 5/168-210)




*darimanamana

(seberapa) Indahnya ukhuwah kita.. (??)

"dia dah g mw dengar kata2 kita lagi ukh..dia dah beda."
"dulu dia itu kader aktiv luar biasa..sekarang jadi futur luar biasa..ckckckc"

sebenarnya..
'dia' atau 'kita' kah yang berubah??
***
Ada percakapan seorang ayah dan putri kecilnya ketika mereka sedang menyeberangi sebuah jembatan kayu. Karena merasa khawatir pada putrinya, sang Ayah kemudian berkata pada putri nya,

"Pegang tanganku nak, ayah khawatir padamu nak, kondisi jembatan ini kurang baik."

Sang putri tibaitiba memberikan jawaban yang mengejutkan ayahnya dengan berkata,


"Lebih baik ayah saja yang memegangiku" .

Dengan heran sang ayah bertanya,

"Kenapa nak engkau menjawab demikian ?".


Sang anak memberikan jawaban yang mengagumkan dengan berkata,

" Kalau aku yang memegang ayah, maka jika terjadi sesuatu padaku, maka peganganku pada ayah akan lepas. Namun jika ayah yang memegangiku, aku yakin Ayah akan akan memegangiku dengan erat dan tak akan kau lepaskan".

  
***


Masalahnya bukan pada ikatan ketika kita menjalin sebuah kasih sayang..sekali pun itu atas dasar iman..ukhuwah kita..
namun sudahkah kita mengikat orang2 yang kita Sayangi dengan menjaganya setiap saat..hingga ia tak perlu mendapat perhatian dari 'yang lain'..
adakah kita memahami setiap desir hati nya..hingga ia tak perlu memelas perhatian 'yang lain'..
dan sudah kah kita menyayanginya sepenuh hati ?? bukan sekedar basa basi wlw kita selalu cu.pi.ka.cu.pi.ki di pertemuan kita tiap kali..
adakah kita siapkan ruang huznudzon yang lebih luas bagi ia, saudara kita??

ahhh kawand...
ketika ukhuwah kita sebatas bahasa lisan..
pemanis ucapan..
lips-service yang membuai..
sungguh..keniscayaan untuk saling menguatkan tuk bersama bertahan dlm ikatan iman dan keistiqomahan itu tak kan tercapai..
mungkin bisa..tapi tak kan semudah ketika kita ber-ukhuwah dg sebenarnya ukhuwah..

apa guna mencela saudara..
adakah terlupa jika orang baik berteman dg yang baik..
berteman dg penjual minyak wangi..maka teman pun tertular wangi..
lalu..tak kah kita bersegera mengevaluasi.. : mengapa sodara kita tak wangi ketika berteman dg kita (yang merasa) wangi ini??




pejuang FOSI'05 ^_^21