Thursday, April 27, 2017

UNIB Wisuda 917 Mahasiswa





Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan  acara Wisuda lulusan Pasca Sarjana, Sarjana,  Sarjana Profesi dan Vokas,  periode 81 tahun 2017, di Gedung Serba Guna UNIB, pada Rabu (26/4).

Dalam wisuda kali ini, sebanyak 917 orang mahasiswa dari seluruh fakultas dan kejuruan yang ada di UNIB. Dari 917 orang yang di wisuda tersebut, ada 8 orang lulusan Sarjana Starata 1 (S1) yang meraih nilai sangat memuaskan atau Cumlaude, sedangkan dari lulusan Pasca Sarjana (S2) ada 4 orang serta  satu orang lulusan dengan predikat Cumlaude dari program Doktor (S3).

Sedangkan peraih nilai tertinggi lulusan UNIB kali ini, dipegang oleh Nelda Sari Siregar yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikkan (FKIP) Program Studi Bahasa dan Satra Indonesia, dengan meraih nilai IPK 3,98 sekaligus menyandang predikat lulusan Cumlaude.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu yang hadir diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas kelulusan para wisdawan dan wisadawati yang merupakan putra-putri terbaik bangsa, dimana saat ini UNIB telah mampu memposisikan sebagai perguruan tinggi  yang sejajar dengan universitas lainnya di Indonesia.

“Hal ini dibuktikan dengan melulusakan para sarjana yang unggul dan berkualitas dan kompititif yang mampu bersaing dalam kancah nasional,” kata Gotri, saat membacakan kata sambutannya.

Oleh karena itu, lanjutnya, peran Unib secara kelembagaan dengan lulusan terbaiknya dapat sejalan dengan program prioritas provinsi Bengkulu dalam meningkatkan sumber daya manusianya.

Hal itu dapat terwujud dengan adanya kerjasama perguruan tinggi seperti UNIB dengan melakukan upaya sesuai dengan perannya masing-masing, dalam mensukseskan pembangunan di Provinsi Bengkulu ini.

“Pemerintah  berharap,  agar lulusan UNIB dapat segera berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi Bengkulu ini secara profesional,” sebut Gotri.

Sementara itu, Rektor UNIB, Prof. Ridwan Nurazi tidak terlalu berharap lulusan terbaik Unib dapat bergabung menjadi Aparatur Sipil Negara, dirinya ingin lulusan UNIB dapat berkontribusi dalam pembangunan dalam segala bidang sesuai ilmu yang ada. walaupun dirinya tak menampik adanya harapan agar pemda Provinsi Bengkulu memberikan prioritas bagi lulusan terbaik UNIB tersebut.

“Harapannya, Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota dapat menyerap lulusan terbaik UNIB ini untuk dapat mengabdi, walaupun kita akui hal tersebut tetap melalui suatu proses. Kalau bisa, adanya keberpihakan bagi alumni kita ini,  yang memang pintar,” kata Ridwan singkat.(Saipul)                       

Wednesday, April 26, 2017

OASE KK kunjungi Bengkulu, Tekan Bahaya Kanker Serviks




BENGKULU, MC –  Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan BPJS Kesehatan gandeng Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), melakukan kegiatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara melalui Pemeriksaan IVA/Sadanis. Kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya kaum wanita terhadap kanker Serviks dan kanker Payudara.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Provinsi Bengkulu masuk kedalam 10 Provinsi yang memiliki cakupan rendah dalam pemeriksaan IVA yang dibawah 5%. Plt. Sekda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto mengungkapkan, kegiatan tersebut, lebih meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahayanya Kanker Serviks dan Payudara.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di provinsi Bengkulu terutama dalam upaya mengendalikan faktor resiko dan deteksi dini kanker serviks sehingga diharapkan angka kematian akibat kanker serviks itu dapat ditekan,” jelas Plt. Sekda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto saat memberikan kata sambutannya pada kegiatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara melalui Pemeriksaan IVA/Sadanis bertempat di Lapangan Sidomulyo, Selasa (25/4).

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan OASE KK Ibu Menteri Perhubungan RI (Istri) nyonya Endang Budi Karya dan Ibu Menteri Agama RI (Istri) nyonya Trisna Willy Lukman Hakim mengungkapkan, kehadiran OASE KK di Bengkulu guna memantau dan memotivasi agar masyarakat Bengkulu lebih peduli bahayanya Kanker Serviks.

“Mohon kepada pihak Kesehatan, Ketua PKK dan BPJS untuk lebih menggerakkan pemeriksaan lebih banyak lagi ke masyarakat mungkin ke Instansi – instansi atau ibu – ibu semua di Bengkulu supaya cakupannya skala nasional lebih tinggi lagi demi masyarakat perempuan yang sehat,” jelas ibu Endang Budi Karya.

Terkait dengan masuknya Provinsi Bengkulu dalam 10 Provinsi yang memiliki cakupan rendah dalam pemeriksaan IVA, Kepala Dinas Kehatan Provinsi Bengukulu Herwan Antoni menjelaskan, program pemeriksaan layanan IVA ini memang belum gencar dan terkoordinasi dengan baik dengan lintas program serta lintas sektor sehingga program ini masih bersifat sektoral, artinya lebih kepada proggram dari Dinas Kesehatan dan jajaran termasuk BPJS.

“Mudah – mudahan nanti akan kita koordinasikan dengan BPJS Kesehatan, BPJS ini punya program promotif, prefentif dan bagi peserta yang memiliki BPJS itu gratis, ini yang perlu kita sosialisasikan disamping kesadaran masyarakat masih rendah,” jelas Herwan Antoni.

Ia juga berharap melalui kunjungan tim OASE KK ada sinkronisasi dan koordinasi dengan semua pihak yang punya program kerja dan punya jaringan sampai ke tingkat dasar yaitu di desa – desa terutama peran PKK, Darmawanita, Pengajian, termasuk peran dari ibu – ibu kepala dinas dan peran semua artinya pemerintah daerah.

OASE  KK sendiri merupakan organisasi khusus gagasan Ibu Negara dan Ibu Wakil Presiden serta disepakati oleh para pendamping menteri Kabinet Kerja untuk turut mendukung dan berperan dalam mensukseskan program Kabinet Kerja, yang tentunya sesuai dengan kapasitas sebagai para pendamping. OASE Kabinet Kerja merupakan wadah untuk jejaring  komunikasi dan koordinasi sehingga memudahkan seluruh anggotanya  untuk secara bersama-sama melakukan serangkaian aktivitas  yang berguna bagi masyarakat luas.

Dalam agenda ini turut hadir Wakil Walikota Bengkulu Patriana Sosialinda, Ibu Wakil Gubernur Bengkulu Derta Wahyulin yang juga merupakan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu, Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alkes Kementerian Kesehatan RI, Kepala BPJS Divisi Regional III Erna Wijaya Kesuma, Plt. Sekda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, serta masyarakat Sidomulyo. Rombongan selanjutnya melakukan peninjauan ke Puskesmas Sidomulyo yang ditargetkan 63 peserta melakukan pemeriksaan layanan IVA ini. (Morecka)

Monday, April 24, 2017

100 dol dan 50 penari tradisional Bengkulu Guncang Penutupan HUT TMII ke 42


Pagelaran Kolosal Musik Dol Bengkulu, tampil energik di Jakarta. Kolaborasi 100 Dol dan 50 penaritradisional Bengkulu ini, guncang penutupan HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 23 April 2017.

Dihadapan Direktur Utama TMIIpara penabuh Dol yang sebagaian besar didatangkan langsung dari Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Provinsi Bengkulu ini, tampil memukau dan membanggakan.

Acara penutupan rangkaian HUT TMII ke 42 ini, dihadiri Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, serta beberapa tokoh-tokoh penting lainnya. Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rohidn Mersyah yang turut hadir pada kesempatan tersebut, mendapat kesempatan menyampaikan sambutan, mewakili pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Rohidin menyampaikan beberapa potensi wisata dan program perioritas Bengkulu, khususnya terkait event-event besar, seperti Mountain Valley, Maritime Festival, Garden Festival, Bencoolen Festival, serta Lake and River Festival. Secara terbuka Wagub mengundang para stakeholder dan seluruh masyarakat Indonesia untuk datang dan berkunjung ke Bengkulu.

Perayaan HUT TMII tahun 2017 yang digelar sejak 16 April ini, dimeriahkan dengan rangkaian acara Solo Batik Karnival, Pawai Budaya, Expo Nusantara, Parade Busna Daerah, penampilan Reog Ponorogo Massal, serta Pagelaran Kolosal Musik Dol Provinsi Bengkulu. (***)

Saturday, April 22, 2017

Subordinate conjunction

Subordinate conjunction adalah kata hubung yang mengawali suatu subordinate clause (berupa adverbial clause) yang berfungsi membangun hubungan ide antara subordinate clause tersebut dengan main clause. Main clause dan subordinate clause tersebut membentuk complex sentence.

Subordinate conjunction digunakan pada subordinate clause, yaitu bagian yang idenya kurang penting dibanding pada main clause. Conjunction ini memiliki antara lain hubungan waktu (time), tempat (place), pertentangan (contrast), sebab akibat (cause-effect), syarat (condition), tujuan (reason), dan cara (manner).

Contoh Kalimat Subordinate Conjunction
🌸After I changed the APN, I unpluged my modem and waited for 5 minutes.
(Setelah saya merubah APN, saya mencabut modem dan menunggu selama 5 menit.)

🌸As soon as / once they finish filling the questionnaire, I will process the data.
(Segera setelah mereka selesai mengisi kuesioner, saya akan memproses data tersebut.)

🌸Anna found so much expired food when she was cleaning the kitchen.
(Anna menemukan begitu banyak makanan basi ketika dia membersihkan dapur.)

🌸Before she went to Jakarta, she got her flowers watered.
(Sebelum dia pergi ke Jakarta, dia meminta bunga-bunganya disirami.)

🌸Since the boy bought a PS3, he forgot to study.
(Sejak anak laki-laki itu membeli PS3, dia lupa belajar.)

🌸The students focused on the test untill / till the time was over.
(Para siswa fokus pada ujian hingga waktu berakhir.)

🌸You can come to my house whenever you want.
(Kamu bisa datang ke rumahku kapanpun kamu mau.)

🌸While I was studying in my room, I didn’t let someone else to disturb.
(Ketika saya sedang belajar di ruangan saya, saya tidak akan membiarkan orang lain mengganggu.)

Place
🌸We should be polite and pleasant wherever we live.
(Kita sebaiknya sopan dan menyenangkan dimanapun kita tinggal.)

Contrast (pertentangan)
🌸She goes forward such a tank although / even though / though many friends confronts her ambition.
(Meskipun banyak teman menentang ambisinya, dia maju terus seperti tank.)

🌸Although/even though I’m annoyed, I try to think positively.
(Meskipun saya terganggu, saya mencoba untuk berpikir positif.)

🌸Even if Bima is not qualified enough to enter the top university, he’ll try again next year.
(Kalaupun Bima tidak cukup berkualifikasi untuk masuk universitas top tersebut, dia akan mencoba lagi tahun depan.)

🌸I like doing execise whereas my brother like sleeping.
(Saya suka berolahraga sedangkan saudara laki-laki saya suka tidur.)

Cause And effect (sebab akibat)
🌸Since Yunika had free time during last holiday, she rearranged her house.
(Karena Yunika punya waktu luang selama liburan lalu, dia menata ulang rumahnya.)

🌸Many animals died because the dry season was very extreme.
(Banyak binatang mati karena musim kering sangat ekstrim.)

🌸Palestine is in war, so many Palestinian children have been killed.
(Palestina sedang dalam peperangan, sehingga banyak anak-anak Palestina terbunuh)

Purpose (tujuan)
🌸She cooks by herself so that her family gets the best nutrition.
(Dia memasak sendiri agar keluarganya mendapatkan gizi terbaik.)

🌸He drove fast in order that he could arrived on time.
(Dia mengemudi dengan cepat agar dia dapat tiba tepat waktu.)

Condition (syarat)
🌸She’ll come to my party only if you accompany her.
(Dia akan datang ke pesta saya hanya jika kamu menemaninya.)

🌸As long as you follow the traffic regulation, you won’t be ticketed.
(Jika kamu mengikuti peraturan lalu lintas, kamu tidak akan ditilang.)

🌸The party would be completely fun, providing the woman were not angry with the poor waitress.
(Pesta itu akan sangat menyenangkan jika wanita tersebut tidak marah dengan pelayan yang malang.)

🌸Supposing you’re accepted, what would you do?
(Anggap kamu diterima, apa yang akan kamu lakukan?)

🌸Unless TV viewers gave her donations, she would not be able to buy gold, rice field, and house.
(Jika pemirsa TV tidak memberikan dia sumbangan, dia tidak akan dapat membeli emas, sawah, dan rumah.)

🌸If you do not sleep enough, you will be hard to study at school.
(Jika kamu tidak cukup tidur, kamu akan sulit belajar di sekolah.)

🌸Do not forget to bring your boots, otherwise your feets will probably blister.
(Jangan lupa untuk membawa sepatu bot-mu, jika tidak kakimu mungkin akan lecet.)

Manner (cara)
🌸I wonder how I learnt grammar uneffectively for almost fifteen years.
(Saya membayangkan bagaimana saya mempelajari grammar dengan tidak efektif selama hampir lima belas tahun.)

🌸We sometimes do not realize the way God help us.
(Kita kadang tidak menyadari cara Tuhan menolong kita.)

The man drove as if he was an F-1 racer.
(Pria itu mengemudi seakan-akan dia pembalap F-1.)



Latihan

Friday, April 21, 2017

Gelar Kemah Bhakti, BKKBN ajak sukseskan program kependudukan

Anggota gerakan Pramuka dilibatkan dalam menyukseskan program kependudukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Termasuk di Provinsi Bengkulu, mereka tergabung dalam Satuan Karya Kencana dibina dalam program kependudukan keluarga berencana dan pendidikan keluarga.

Common noun clauses (XI BB)

Secara singkat, Noun clause adalah klausal yang berdiri sendiri dan berfungsi sebagai "Noun".

Noun clause ini bisa ada di posisi Subjek, objek, atau keterangan pelengkap Subjek.

Ada 3 bentuk Noun clause yang sering digunakan.

1. That - clouse
Contoh:
That the world we live on will crumble is still a big mystery to scientists.


2. If / whether - clause
Contoh:
I dont know whether my students have understood earthquake or not.


3. Wh - clause
Clause yg dimulai dengan Who, what, how, whenever, which, when, WTC
Contoh:

What we urgently need for the victims of the earthquake are medicines, food, drinking water, blankets, and tents.

Can experts predict when an earthquake Will occur in our area?